KELUARGA

Bandar Udara Raden Inten II

TIM FUTSAL GEOGRAFI 2012 (GAY FC)

Juara 1 liga Geografi tahun 2012

PERJALANAN MENUJU G.RAJABASA

PECINTA ALAM ANGANSAKA

Tampilkan postingan dengan label HIDROLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIDROLOGI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

UPAYA PEMBERSIHAN SUNGAI THEMES





UPAYA PEMERINTAH KOTA LONDON INGGRIS DALAM MENJAGA DAN MEMPERBAIKI SUNGAI THEMES TUGAS HIDROLOGI.



Oleh

Dimas Ferdinan
1213034022





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
             2014

Sungai Thames merupakan sungai yang mengawali sejarah Kota London berdiri. Kota ini dibangun oleh Kerajaan Romawi di abad 43 AD saat mereka menjajah wilayah Inggris, awalnya kota ini bernama Londonium. Sungai Thames berperan sangat penting terhadap penyediaan protein ikan bagi penduduk kota selain untuk air minum, pengairan lahan pertanian dan juga transportasi.
Dewasa ini, Sungai Thames lebih banyak dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata. Para wisatawan yang berkunjung kesana tidak akan melewatkan tur mengarungi sungai dengan kapal. Walaupun harus merogoh “kocek” sekitar 15 Euro per trip. Tur ini akan membawa para turis melintasi beberapa ikon pariwisata terkenal di kota London, seperti Gedung Parlemen Kerajaan InggrisJembatan LondonLondon Eye (mirip seperti wahana kincir di Ancol) , Menara London, Gereja Katedral St Paul dan juga pasar ikan Billingsgate yang dulunya adalah pasar ikan terbesar di Inggris.

Namun dibalik keindahan sungai ini ternyata ada cerita buram yang mengisi sejarah mengalirnya sungai ini di Kota London. Membengkaknya populasi penduduk ditambah revolusi industri di Inggris, memperparah kondisi sungai. Sungai menjadi tempat penampungan limbah rumah  tangga (termasuk kotoran manusia) dan industri yang mengakibatkan sungai tercemar berat. Sejarah mencatat berbagai kejadian buruk yang menimpa Kota London akibat kondisi Sungai Thames yang sangat tercemar. Dimulai dari tahun 1932 ketika wabah kolera menjangkiti penduduk kota, tercatat ribuan orang meninggal akibat penyakit tersebut.
Kemudian ketika musim panas di tahun 1858 sungai ini mendapat julukan baru sebagai “the great stink” atau ‘the big stink” karena bau menyengat yang berasal dari sungai. Kandungan H2S yang sangat tinggi  mengakibatkan sungai berbau seperti telur busuk. Pada tahun 1878 sebuah kapal bermesin uap bernama Princess Alice yang membawa sekitar 600 orang penumpang terbalik di sungai ini akibat sebuah tabrakan. Seluruh penumpang diberitakan meninggal bukan karena tenggelam, namun karena menghirup racun yang terkandung di air sungai yang tercemar berat. Tahun 1957 sungai tersebut dideklarasikan sebagai sungai yang mati secara biologis, dimana kehidupan baik ikan maupun burung tidak ditemukan lagi disana. Hal tersebut diakibatkan oleh rendahnya kadar oksigen terlarut di air sungai serta racun yang terkandung dari polusi.
Sejak sungai ini dideklarasikan sebagai “The Great Stink” atau “Bau Besar”, pemerintah Kota London terlebih anggota parlemen berusaha keras mengatasi masalah polusi di Sungai Thames. Apalagi bau busuk dari sungai selalu tercium sampai ke ruangan para anggota parlemen. Sejak itu pemerintah mulai mencanangkan berbagai program pengelolaan sungai. Dimulai dengan mega proyek konservasi dan modernisasi sistem saluran pembuangan kotoran manusia, perbaikan sistem pembuangan limbah industri. Kemudian pemerintah membentuk berbagai otoritas yang bertugas untuk mengelola sungai, sumber air, banjir, polusi serta saluran pembuangan kotoran manusia.  Disamping itu berbagai peraturan diterbitkan guna mengatur segala kegiatan terkait pemanfaatan sungai dan pengendalian saluran pembuangan kotoran manusia.
Tercatat sejak tahun 1970-an berbagai program tersebut mulai memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan. Ikan dan burung mulai kembali ke sungai yang menandai pencemaran di sungai sudah mulai berkurang. Kerja keras yang dilakukan dalam waktu yang cukup panjang ternyata dapat dirasakan oleh penduduk London saat ini. Mereka bisa hidup bangga berdampingan  dengan salah satu sungai terbersih di dunia. Tercatat sekitar 125 jenis ikan berenang di sungai ini termasuk ikan salmon dan trout, selain itu sekitar 400 spesies hewan tidak bertulang belakang hidup di lumpur, di tengah, dan tepian sungai. Begitu pula dengan berbagai jenis burung.
Sampai saat ini program bernama “Thames River Clean Up” atau “Pembersihan Sungai Thames” masih dilaksanakan. Tujuannya untuk meningkatkan kebersihan sungai dan mencegah pencemaran. Tenaga relawan, terutama masyarakat sekitar secara sukarela dan senang hati turut serta membersihkan sungai yang mereka cintai.
Pengalaman London di masa lalu mungkin sama dengan apa yang sedang dialami oleh beberapa kota besar di Indonesia. Kondisi dimasa lalu sedikit sama dengan sungai Ciliwung yang membelah kota Jakarta. Sungai ini sedang menderita sakit kronis akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Sudah saatnya kita mencoba untuk mengembalikan keberagaman ikan-ikan dan makhluk air lain yang dulu hidup di aliran sungai tersebut.
Sudah saatnya pula pemerintah Indonesia khususnya Jakarta berupaya keras mengikuti jejak pemerintah Inggris khususnya Kota London mentransformasi Sungai Ciliwung dari kategori kotor ke salah satu yang terbersih di dunia

Referensi:
Saiful Marbun (2013), Contoh transformasi kotor menjadi bersih di dunia, saifulmarbun.blogspot.com


JENIS-JENIS EROSI DAN PENGERTIAN EROSI





PENGERTIAN DAN JENIS JENIS EROSI TUGAS HIDROLOGI II



Oleh


Dimas Ferdinan
1213034022






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
                                     2014

 
Erosi merupakan peristiwa pengikisan lapisan tanah atas oleh berbagai tenaga seperti air, angin atau es. Erosi bisa diakibatkan oleh alam ataupun ulah manusia. Erosi secara alami biasanya sering terjadi di daerah yang memiliki kepadatan tanah yang kurang dan curah hujan yang tinggi. Berikut adalah jenis erosi berdasarkan tenaga pengangkutnya:

1. Erosi Air

Erosi air diakibatkan oleh oleh aliran air di atas permukaan tanah. Erosi ini sering terjadi disaat curah hujan tinggi dan permukaan tanah tidak kuat lagi menampung curahan air hujan yang masuk ke pori tanah sehingga mengikis lapisan tanah tersebut. Erosi ini cepat terjadi di daerah yang gundul atau minim vegetasi penutup.
Massa air yang mengalir, baik gerakan air di dalam tanah maupun di permukaan Bumi berupa sungai atau air larian permukaan selamban apapun pasti memiliki daya kikis. Sedikit demi sedikit, air yang mengalir itu mengerosi batuan atau tanah yang dilaluinya. Semakin cepat gerakan air mengalir, semakin tinggi pula daya kikisnya. Oleh karena itu, sungai-sungai di wilayah perbukitan atau pegunungan yang alirannya deras memiliki lembah yang lebih curam dan dalam dibandingkan dengan sungai di wilayah dataran yang alirannya relatif tenang.
Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut.


                                           Erosi Air



2. Erosi Angin

Erosi angin biasanya terjadi didaerah kering. Angin kencang mengakibatkan partikel-partikel halus batuan atau pasir terangkat dan membentuk suatu formasi tertentu. Contoh di Indonesia adalah Gumuk pasir di Parang Tritis.


Erosi Angin




3. Erosi Es
Erosi glasial adalah bentuk pengikisan massa batuan oleh gletser, yaitu massa es yang bergerak. Gletser terdapat di wilayah kutub atau di pegunungan tinggi yang puncaknya senantiasa tertutup oleh lembaran salju dan es, seperti Pegunungan Jayawijaya, Rocky, dan Himalaya. Massa gletser yang bergerak menuruni lereng pegunungan akibat gaya berat maupun pencairan es akan mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Massa batuan hasil pengikisan yang diangkut bersamasama dengan gerakan gletser dinamakan morain.
Ciri khas bentang alam akibat erosi glasial adalah adanya aluralur yang arahnya relatif sejajar pada permukaan batuan sebagai akibat torehan gletser. Jika erosi gletser ini terus-menerus berlangsung dalam waktu yang sangat lama, akan terbentuk lembah-lembah yang dalam, memanjang, dan searah dengan gerakan gletser
Erosi Es




4. Erosi Gaya Berat (Gravitasi)

Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa. Ketika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa. Dalam proses terjadinya erosi, pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah. Proses pembungan massa terjadi terus menerus baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan bencana tanah longsor.